Jumat, 23 Desember 2011

Seseorang

Kenapa Seseorang? Karena aku lagi bingung. Bingung mau ngapain, Karena seminggu ini aku lagi kepikiran seseorang. Sosok yang awalnya aku tolak. Tapi sekarang malah menjadi pengisi hariku yang tak pernah ku lupa. Tiap dia berjalan, Mataku tak pernah lepas dari punggungnya. Kenapa ? Padahal aku sudah merasa tak kan mendapati perasaan yang berbeda. Berbeda dengan orang itu, orang yang meninggalkanku. Orang baru ini datang dengan tiba tiba, mengisi relung hariku dengan cara diam diam. Jelas aku tak bisa menolak, karena aku yang menghadirkan dia dan mempersilahkan dia datang dengan baik baik.

Semenjak pertemuanku yang pertama, mataku tak pernah lepas jika berpapasan dengannya. Matanya, Hidungnya, Sosoknya sudah melekat kuat di pikiranku. Saat Kita duduk berdua di tepi Kolam berdua. Dimana aku berteriak kepada teman teman, tapi hanya kau yang mengindahkan. Sungguh, Aku terpesona denganmu. Tingkahmu, Gayamu, juga.. Senyummu yang jarang kau perlihatkan jika bersama denganku. Aku iri dengan temanmu, Aku iri dengan temanku yang sudah terlebih dahulu dekat denganmu. Aku iri dengan langit yang selalu mendekapmu, Dikala kau sendiri.

Kau datang dengan bimbang mungkin. memang aku yang selalu mengajakmu berinteraksi. Tapi Aku tersentak. Aku terluka ketika mengetahui responmu, Entahlah hal itu untukku atau untuk siapapun di duniamu dan lingkunganmu. Tapi yang jelas, Aku menyukaimu. Menyukai Sosokmu. Menyukai Senyum Manismu yang jarang kau perlihatkan untukku. Aku hanya bisa melihat punggungmu yang melenggang pergi dengan cepat bersama angin. Aku iri dengan angin, yang bisa menemanimu setiap saat. Aku Iri.

Aku menyukaimu. Menyukaimu, Menyukaimu. Kapan aku bisa mengatakan Hal ini kepadamu? Aku pun tak tahu. Aku juga tak mengerti kenapa aku bisa menyukaimu. Rasa ini datang dengan seketika, menghempas, dan meluruh di relungku. Persendianku lemas jika bertemu denganmu. Pertahananku yang telah kususun kurang lebih tiga tahun, hilang percuma jika kau ada disisiku. Akankah rasa ini terus tetap ada? Aku juga bertanya pada diriku sendiri. Mungkinkah.. Aku bisa tetap menyukaimu yang apa adanya?

Dan apakah aku bisa menjadi diriku yang apa adanya jika kau datang disisiku? Aku tahu. Aku mungkin tak pantas untukmu. Aku tahu, Orang sebaik kamu, tak mungkin bisa berjalan di sampingku. Kau berlari, aku berjalan mengikuti.

Yang jelas, Aku menyukaimu. Bagaimanapun Kamu. Baru kali ini aku bisa menyukai seseorang sebegitu dalamnya, walaupun aku tahu. Kamu pasti tak mengerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar